WARTAPOLRI.COM, SUKABUMI – Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan pembangunan Pasar Induk Jubleg sebagai kebutuhan mendesak untuk menampung perputaran agribisnis dari 47 kecamatan dan 381 desa.
Penegasan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, saat membuka Rapat Koordinasi Perubahan Berita Acara Justifikasi Teknis Pembangunan Pasar Jubleg secara virtual dari Pendopo Sukabumi, Jumat (18/9). Rakor tersebut digelar bersama Kementerian Perdagangan RI dan instansi terkait.
Sekda Ade menyebut selama ini hasil bumi Sukabumi harus dilempar ke Pasar Induk di Jakarta dan Bandung karena belum memiliki pasar induk daerah sendiri.
“Selama ini hasil bumi kita selalu dikirim ke pasar induk di Jakarta dan Bandung. Padahal posisi Pasar Jubleg sangat strategis, berbatasan langsung dengan wilayah kota dan Cianjur. Jika dibangun di sini, hasil panen petani tidak perlu dikirim terlalu jauh dan bisa ditampung langsung di Sukabumi,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni, memaparkan poin-poin perubahan teknis yang diusulkan ke kementerian.
Dijelaskannya, dari rencana awal pembangunan fisik seluas 5 hektare, Pemkab melakukan penyesuaian dengan memaksimalkan aset lahan daerah yang sudah tersedia seluas 2 hektare hingga batas jalan provinsi.
“Revisi justifikasi teknis ini mengusulkan pembangunan untuk menampung 266 pedagang, terdiri dari 133 unit kios dan 133 unit meja atau los. Total luas bangunan mencapai 6.700 meter persegi,” papar Dani.
Nantinya, gedung pasar akan dibagi dalam empat zonasi utama yakni zona pangan kering, pangan basah, makanan siap saji, dan produk non-pangan.
Disdagin menargetkan seluruh kelengkapan dokumen persetujuan administratif rampung pada 7 Oktober mendatang. Dengan perbaikan draf justifikasi yang komprehensif ini, Pemkab Sukabumi berharap usulan pembangunan Pasar Induk Jubleg segera mendapat persetujuan pemerintah pusat.
Pasar ini diproyeksikan mampu memangkas rantai distribusi hasil bumi, sehingga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani dan pedagang lokal.
(TON LEE)


