Wartawan Se-Bekasi Raya Tekankan Solidaritas Pasca-Aksi, Desak Tindak Lanjut Nyata Pemkab

WARTAPOLRI.COM, KAB BEKASI — Koordinator Aksi Damai Solidaritas Wartawan Se-Bekasi Raya, Paulus Simalango, S.H., mengimbau seluruh peserta agar tidak meninggalkan grup WhatsApp aksi setelah aksi damai pada Kamis (15/10/2026).

Menurutnya, perjuangan insan pers belum berakhir dan grup tersebut tetap menjadi wadah koordinasi serta pengawalan tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi.
“Jangan sampai solidaritas kita berhenti setelah aksi berakhir,” tegas Paulus dalam seruan resmi yang diterima di Bekasi, Kamis (15/10/2026).

Ia menegaskan aksi damai bukanlah akhir, melainkan bagian dari komitmen bersama untuk memastikan seluruh tuntutan mendapat tindak lanjut dan keputusan nyata dari Plt. Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja.

Dalam seruannya, Paulus menyatakan grup WhatsApp akan terus digunakan untuk komunikasi, koordinasi, konsolidasi, dan pengawasan bersama. Fokus pengawalan mencakup evaluasi serta pencopotan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi melalui mekanisme yang berlaku, penegakan hukum, dan jaminan perlindungan kebebasan pers.

Sebelumnya, Solidaritas Wartawan Se-Bekasi Raya meminta Pemkab Bekasi melakukan pemeriksaan yang objektif, transparan, dan menyeluruh terhadap Kepala DLH Syafri Donny Sirait terkait dugaan ucapan dan perlakuan tidak patut terhadap wartawan saat menjalankan tugas jurnalistik. Mereka juga meminta sanksi sesuai peraturan apabila terbukti terjadi pelanggaran, termasuk evaluasi jabatan atau pemberhentian sesuai dasar hukum.

Paulus mengajak seluruh insan pers agar tetap solid, kompak, kritis, dan bermartabat dalam mengawal perjuangan. Ia menekankan bahwa perbedaan organisasi tidak boleh memecah pers di wilayah Bekasi Raya.
“Kita tidak boleh kendor, tidak boleh terpecah, dan tidak boleh berhenti sebelum tuntutan kita ditindaklanjuti secara nyata,” ujarnya.

Aksi damai tersebut digelar pada Kamis, 15 Oktober 2026, mulai pukul 10.00 WIB di Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat, dengan mengusung semangat persatuan lintas organisasi pers.

Ditutup dengan ajakan “Salam Solidaritas! Hidup Pers Indonesia!”, Paulus menegaskan bahwa langkah pasca-aksi menjadi ujian nyata bagi keberlanjutan solidaritas wartawan Se-Bekasi Raya (Fah)

Mungkin Anda Menyukai