WARTAPOLRI.COM,SUKABUMI – Program sosial mulia “Jumat Berkah” yang konsisten dijalankan oleh Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia DPD Kabupaten Sukabumi selama dua tahun terakhir kini didera kekecewaan mendalam. Harapan besar anak-anak yatim piatu yang dihadirkan setiap minggu dalam program tersebut terpaksa berbenturan dengan realitas pahit tata kelola anggaran dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sukabumi.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sukabumi, Dr. H. Unang Sudarma, SH., M.Si., sebelumnya secara lisan berkomitmen di hadapan pengurus IWO Indonesia untuk ikut menyokong pembiayaan santunan rutin tersebut. Namun, komitmen bulanan yang dititipkan oleh lembaga pengumpul dana umat ini ternyata hanya sebesar Rp1.000.000 (Satu Juta Rupiah) per bulan.
Hitungan yang Menciderai Kemanusiaan
Jika dibedah secara matematis, alokasi anggaran dari BAZNAS Kabupaten Sukabumi ini dinilai sangat tidak manusiawi dan jauh dari kata layak bagi kebutuhan dasar seorang anak:
Jumlah Kehadiran Anak: Minimal 30 anak per minggu, atau setara dengan 120 kedatangan anak dalam satu bulan.
Total Dana Titipan BAZNAS: Rp1.000.000 per bulan.
Nilai Santunan Per Anak: Rp1.000.000 dibagi 120, menghasilkan Rp8.333 (Delapan Ribu Tiga Ratus Tiga Puluh Tiga Rupiah) per anak untuk satu minggu.
Angka Rp8.300 per minggu ini bahkan tidak cukup untuk membeli satu porsi makanan paling sederhana di Kabupaten Sukabumi. Bahkan, ongkos transportasi atau nilai tarif angkutan kota (angkot) bagi anak-anak tersebut untuk datang ke titik santunan di kantor DPD IWO Indonesia sering kali jauh lebih besar daripada nominal yang bersumber dari dana BAZNAS tersebut.
Surat Resmi dan Undangan Pembuktian Diabaikan
Melihat ketidaklayakan anggaran yang dapat menjatuhkan mental psikologis anak-anak yatim ini, pengurus DPD IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi telah menempuh jalur formal yang santun. Pengurus telah melayangkan surat resmi dan memberikan undangan langsung kepada Ketua BAZNAS Kabupaten Sukabumi untuk hadir menyaksikan kondisi riil di lapangan.
Sayangnya, hingga rilis ini diturunkan, seluruh upaya komunikasi, surat, maupun undangan pembuktian langsung tersebut sepenuhnya diabaikan oleh Ketua BAZNAS Kabupaten Sukabumi tanpa ada kejelasan atau itikad baik untuk mengevaluasi program kerja sama ini.
Sikap Tegas IWO Indonesia Kabupaten Sukabumi
Menyikapi arogansi birokrasi dan ketidakpedulian tersebut, Pengurus IWO Indonesia DPD Kabupaten Sukabumi menyatakan sikap tegas:
Mengutuk Keras Ketidaklayakan Anggaran: IWO Indonesia menilai dana Rp8.300 per anak per minggu sebagai bentuk ketidakseriusan dan ketidakpekaan BAZNAS Sukabumi terhadap pemenuhan hak-hak anak yatim piatu.
Menolak Pemanfaatan Pencitraan Lembaga: IWO Indonesia keberatan jika nama besar BAZNAS digunakan sebagai tameng pencitraan program Jumat Berkah bulanan, sementara beban operasional dan finansial terbesar justru dipikul mandiri oleh swadaya para jurnalis dan donatur umum lainnya.
Mendorong Transparansi Publik: IWO Indonesia mendesak BAZNAS Provinsi Jawa Barat, BAZNAS RI, serta Bupati Sukabumi untuk segera mengaudit dan mengevaluasi kinerja pimpinan BAZNAS Kabupaten Sukabumi dalam mendistribusikan dana umat yang terkesan sangat minim untuk prioritas kemanusiaan.
Hingga berita ini dinaikkan, awak media dari jaringan IWO Indonesia masih terus berupaya mendatangi Kantor BAZNAS Kabupaten Sukabumi guna mendapatkan ruang konfirmasi resmi dan jawaban berimbang dari Dr. H. Unang Sudarma terkait alasan pengabaian komunikasi ini.
( TON LEE )

