WARTAPOLRI.COM, KAB BEKASI – Frustrasi ditinggal aparat kelurahan meski banjir melanda lima kali di Januari 2026 akibat hujan lebat, RW Azhari memerintahkan warga untuk gotong royong membersihkan kali dan memperbaiki tanggul. Kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB di tengah guyuran hujan deras, menunjukkan solidaritas kuat meski tanpa bantuan resmi.
Kampung Sawah Kelurahan Setia Asih rawan banjir berulang dari luapan Kali Irigasi merendam ratusan rumah hingga 50 centimeter. “Aparat kelurahan tak pernah kunjungi kami saat krisis, jadi warga harus mandiri,” tegas seorang warga yang tidak mau disebut namanya yang turun langsung membersihan sampah dan penguatan tanggul agar banjir musiman tak terulang.
Semangat gotong royong ini jadi pelajaran berharga, dengan warga berharap pemerintah daerah segera responsif. Kegiatan berlangsung lancar walau hujan tak reda, membuktikan kekuatan komunitas lokal.
Warga muda turut andil angkut karung pasir untuk timbun tanggul lemah, sementara ibu-ibu rumah tangga siapkan makanan hangat bagi pekerja. Tak hanya fisik, doa bersama dipimpin RW Azhari usai pembersihan, mohon perlindungan dari banjir lanjutan.
Kini, Kali Irigasi tampak lebih bersih dengan tanggul sementara yang dikokohkan, meski warga tetap waspada cuaca ekstrem. “Ini baru awal, tapi gotong royong seperti ini harus rutin,” pesan RW Azhari kepada anak muda yang semangat.
Kemarahan warga kian memuncak karena perumahan Green Ara dan Sumarecon Crown Gading menguruk lahan hingga 2 meter tanpa pikirkan dampak ke masyarakat sekitar. Pengurukan ini blokir aliran air alami sebab tak bangun drainase memadai, ubah Kampung Sawah jadi kobakan air yang tak pernah surut.
Akibatnya, SDN setempat sering diliburkan karena genangan tak surut, ganggu proses belajar anak-anak. Kelurahan Setia Asih dan Kecamatan Tarumajaya nihil kunjungan, abaikan jeritan warga yang rugi besar. “Perumahan mewah untung, kami sengsara. Mana tanggung jawab pemerintah?” geram seorang warga.
Diharapkan inisiatif mandiri ini jadi contoh bagi kampung lain di Bekasi dan sekitarnya, sekaligus dorong aparat turun tangan nyata demi infrastruktur jangka panjang. Banjir Januari lalu rugikan jutaan rupiah, tapi hari ini harapan bangkit kembali menyala terang. (Fahri)


