WARTAPOLRI.COM, SUKABUMI KOTA – Semangat pelestarian lingkungan dan edukasi karakter sejak dini terus digelorakan oleh satuan pendidikan anak usia dini di Kota Sukabumi. Melalui program Bank Sampah Sahabat Alam Ecokids, KOBER Doa Bangsa 9 menunjukkan konsistensi nyata dalam mengelola sampah mandiri, Jumat (30/10/2026).
![]()
Berdasarkan rekapitulasi pengumpulan sampah tanggal 30 Oktober 2026, kegiatan penimbangan yang digerakkan secara kolektif oleh para murid dan orang tua ini berhasil mengumpulkan berbagai jenis sampah anorganik bernilai ekonomis.
Rinciannya:
– Plastik: 9 Kg x Rp1.700 = Rp15.300
– Kardus: 4 Kg x Rp1.200 = Rp4.800
– Kertas: 4,8 Kg x Rp400 = Rp1.920
Total nilai ekonomi dari sampah yang berhasil dikumpulkan dan dijual pada periode ini mencapai Rp22.020 yang dibulatkan menjadi Rp22.000. Hasil penjualan ini tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga diinfakkan kembali untuk mendukung fasilitas dan kegiatan operasional pendidikan lingkungan di sekolah.
Gerakan ini merupakan kesinambungan dari komitmen sekolah yang sebelumnya telah merintis pembentukan Bank Sampah Swa-Pilah dengan melibatkan peran aktif orang tua dan wali murid. Sinergi antara sekolah, tenaga pendidik, dan orang tua menjadi fondasi utama dalam membiasakan anak-anak memilah sampah langsung dari sumbernya di rumah.
Kepala KOBER Doa Bangsa 9, Niar Syamsuniar, mengapresiasi tinggi antusiasme serta dukungan penuh yang diberikan seluruh warga sekolah.
“Alhamdulillah, warga sekolah mendukung kegiatan bank sampah sahabat alam ecokids. Mulailah dari diri sendiri, sampah sendiri yang dikumpulkan dan diinfakkan,” pungkas Niar.
Melalui langkah sederhana namun konsisten ini, Bank Sampah Sahabat Alam Ecokids membuktikan bahwa institusi pendidikan tingkat dini mampu menjadi pelopor perubahan perilaku ekologis dan mencetak generasi masa depan Kota Sukabumi yang lebih peduli terhadap kelestarian bumi.
( TON LEE )


