Rumah Makan Sate Maranggi Haur Koneng, 10 Muharram Tahun Baru Islam 1441 H ini Merupakan Lebarannya Anak Yatim

PURWAKARTA -wartapolri -com Lebaran anak yatim yang jatuh pada tanggal 10 Muharram bagi sebagian masyarakat Indonesia identik dengan Hari Raya Anak Yatim. Bagi masyarakat Muslim, Muharram termasuk salah satu momentum mulia karena menjadi bulan pembuka tahun baru, sehingga menjadi hal yang wajar jika dalam kondisi ini disebut sebagai “Hari Raya Umat Islam”.

Tradisi menyantuni anak yatim pada tanggal 10 Muharram memang sudah ada sejak dulu. Tradisi ini dilakukan oleh para ulama maupun masyarakat umum.

Lalu, muncul istilah Idul Yatama (Hari Raya Anak Yatim) dari tradisi tersebut. Namun, Idul Yatama adalah momen untuk membahagiakan hati anak yatim. Tidak dimaksudkan sebagai hari raya seperti Idul Fitri atau Idul Adha.

Demikian halnya” Rumah Makan Sate Maranggi Haur Koneng tak menyia-nyiakan momen ini berbarengan acara Abah Sepuh Istigosah Bu Ai Mulyati beserta Pk Kardi suaminya ngambil garis donatur terdepan untuk menyumbangkan sebagian hartanya dalam kegiatan santuni anak yatim dan orang tua Jompo di Majlis Ta,Lim Istigosah
Pada Hari Minggu 7 Agustus 2022 .

Dengan alamat Jl Pemuda II Dusun IV Kp.Cipamangkat Rt 15/08 Desa Pasawahan ,Kec.Pasawahan ,Kab.Purwakarta ,Jawa Barat.Adapun yang hadir dalam acara tersebut Ketua Dusun IV,Rw ,Rt ,Tokoh Agama ,Tokoh Masyarakat ,Muslimat NU,anak yatim ,Orang tua Jompo ustd Setempat dan Luar Purwakarta juga Ikut meramai kan serta memberi sufort fositif dalam kegiatan ini.

Bu Ai Mulyati beserta Suami selaku pemilik usaha” Rumah makan sate maranggi Haur Koneng merasa lega dan bahagia seraya mengucap syukur ketika kegiatan ini digelar ,setidaknya bisa berbagi buat anak yatim dan Orang tua jompo sekalipun jumlah nya tak seberapa, mudah -mudahan ,walau sekepul debu setitik air ada manpaatnya bagi penerimanya “ungkap Ai Mulyati .

Beliau menambahkan kegiatan ini merupakan momen Lebaran nya Anak yatim,apa salahnya sesekali kita berbagi untuk membahagiakan mereka, yang selama ini di rundung duka karena tak punya bapak.mudah-mudahan bisa jadi pelipur lara berubah senyum bahagia “pungkas Ai Mulyati sambil tersenyum manis.

(Dadang H).

Mungkin Anda Menyukai